Cafebahasa hadir sebagai sarana edukasi, pembelajaran, komunikasi serta sebagai media informasi bahasa, sastra, seni, opini-artikel, dan hasil mahakarya (proses kreatif). Kirimkan partisipasi Anda melalui email bbg_cla@yahoo.com

Sabtu, 03 Desember 2011

Teknik Shooting Film

 Cara Mengambil Gambar Film
Oleh: Bambang Setiawan, S.Pd

Gb. Saat Pembuatan Film di Sungai Duren Muaro Jambi
Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Video/ Film adalah rangkaian banyak frame gambar yang diputar dengan cepat. Masing-masing frame merupakan rekaman tahapan-tahapan dari suatu gambar (Indra Irawan). Semakin cepat perputarannya semakin halus gerakannya, walaupun sebenarnya terdapat jeda antara frame. Video analog adalah gambar dan audio direkam dalam bentuk sinyal mangnetik pada pita magnetik. Video digital serupa dengan video analog,

Buat Film Yuk?

 Pelaku Sinematografi
Oleh: Bambang Setiawan

Foto Saat Penyutingan Film di Desa Lagan Kab.


Tanjung Jabung Timur











Perkembangan dunia sinematografi semakin pesat, apalagi belakangan ini masyarkat Indonesia sudah semakin menggeluti dunia sinematografi. Termasuk peran teknologi, baik HP, Kamera Digital, dan sebagainya punya pengaruh besar terhadap perkembangan sinematografi. Mungkin Anda pernah mencoba merekam suatu moment yang tanpa disadari moment tersebut adalah moment yang sangat berharga,

Jumat, 02 Desember 2011

Mau buat Film Pendek?

 Proses Pembuatan Film Pendek
Oleh: Bambang Setiawan




Ternyata membuat film pendek itu gampang? Dengan peralatan sederhana inilah Crew TVM (Televisi Visual Mandiri) Jambi membuat film pendek durasi 28 menit di Tanjung Jabung Timur. Peralatan yang digunakan hanya menggunakan Kamera MD 10000, dan MD 9000, itu pun saat melakukan penyuntingan malam hari, hanya menggunakan lampu (lighting) seadanya, walaupun agak sedikit gambar berbintik, kurang terang, namun hasil lumayan bagus. Disinilah peran kepiawian sutradara dan crew (kru) sangat menentukan keberhasilan kualitas gambar dan hasil maksimal penyutingan.

Selasa, 29 November 2011

Sejarah Bahasa

 A. Sejarah Bahasa Indonesia Baku
1.      Fungsi Pembakuan Bahasa

Sudah lama terasa perlu adanya “standarisasi” atau pembakuan dalam bahasa Indonesia. Hal ini dirasa perlu karena dirasa sudah demikian banyaknya kosa kata asing maupun daerah yang masuk ke dalam bahasa Indonesia, yang pemakaiannya belum diatur dengan suatu kaidah yang bisa dijadikan pedoman oleh para pemakai bahasa Indonesia.

Contoh Skenario Film Pendek

CONTOH SKENARIO FILM
Skenario

NYANYIAN HATI
(Sebuah Cerita Realitas Sosial)

Thema
(Di manakah Hati Kita, Ketika Sesamamu Yang Menderita Membutuhkanmu)
Sebuah cerita yang diambil dari realitas sosial saat ini

Sinopsis
Ide Cerita
LEO DEDY

Skenario
BAMBANG SETIAWAN

Sutrdara
BEMBENK HADISWAN

Produser
LEO DEDY

Produksi
Tvm (Theresia visual mandiri)
2010

PARA PELAKU
LUKMAN(Seorang Pemulung)
LASTRI (PSK)
ARI (Frater)
MAS SARTONO (dokter)

Senin, 28 November 2011

Contoh Proposal Tesis

Oleh: Dwiyanti, S.Ag
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Penyuluh agama merupakan bagian dari Satuan Kerja Departemen Agama yang mempunyai tugas pokok mengadakan layanan bimbingan dan penyuluhan kepada umat. Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Departemen Agama/Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi. Adapun visi Kementerian Agama Provinsi Jambi adalah: “Terwujudnya masyarakat Jambi yang Agamais, Harmonis dan Berkualitas”. Sedangkan misi Kementerian Agama Provinsi Jambi adalah: 1) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi secara profesional; 2) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan dan bimbingan ibadah serta keharmonisan umat beragama; 3) Meningkatkan kualitas pelayanan dan bimbingan pendidikan agama dan keagamaan pada masyarakat.  

Contoh Program Kerja Kesiswaan

  PROGRAM KERJA KESISWAAN PELITA RAYA JAMBI
TAHUN 2011/2012
1.1  Latar Belakang


Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.

Program Kerja Ekstrakurikuler


PROGRAM KERJA EKSTRA KURIKULER SMP PELITA RAYA JAMBI
TAHUN 2011/2012
1.      FUTSAL
1.      Pembina : Valentinus
2.      Deskripsi :
Ekstrakurikuler ini muncul sejalan dengan menjamurnya futsal di seluruh dunia. Ekstrakurikuler ini memiliki tujuan menjadi wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga futsal. Program kerja ekstrakurikuler ini diantaranya seleksi anggota, latihan rutin, pertandingan persahabatan, mengikuti kejuaraan/ kompetisi.
Prestasi :
2.      BOLA BASKET
1.      Pembina : Edi Oktafdal
2.      Deskripsi :
Ekstrakurikuler ini merupakan salah satu ekstrakurikuler yang sudah lama di SMP Pelita Raya. Ekstrakurikuler ini termasuk yang banyak peminatnya. Program kerja ekstrakurikuler ini hampir sama dengan ekstrakurikuler futsal.

Contoh ADART OSIS

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH/ OSIS SMP-SMA-SMK
PELITA RAYA JAMBI

PEMBUKAAN:
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa sesungguhnya ilmu itu merupakan salah satu karunia Tuhan Yang Maha Esa diamalkan untuk membawa manusia kearah kebahagian hidup. Bahwa Indonesia dengan kemerdekaannya telah memperoleh kesempatan dan waktu yang seluas-luasnya untuk mencari, menggali, mendalami ilmu pendidikan menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Contoh Pengelolaan Esktrakurikuler


PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
SMP PELITA RAYA JAMBI

1.1 PENGANTAR

1.      My own curriculum.

2.      Apresiasi positif atas kiprah praktisi pendidikan & orang tua/anggota masyarakat yang mendukungnya.

3.      Tugas & topik terkait dengan usaha merancang dan melaporkan kegiatan ekstrakurikuler.

4.       Permasalahannya:

a.       Apakah arti kegiatan ekstrakurikuler itu (sebenarnya) ?

b.      Bagaimanakah kondisi kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung di sekolah-sekolah kita selama ini ?

c.       Bagaimanakah sebaiknya kegiatan ekstrakurikuler itu dikelola (dikembangkan) ?

d.      Bagaimanakah kegiatan ekstrakurikuler itu dirancang atau direncanakan ?

e.       Bagaimanakah kegiatan ekstrakurikuler itu dilaksanakan ?

f.        Bagaimanakah kegiatan ekstrakurikuler itu dipertanggungjawabkan atau dilaporkan ?

5.   Pelajaran apa yang berharga, dapat kita peroleh dan amalkan dari pemahaman pentingnya mengelola kegiatan ekstrakurikuler secara efektif di sekolah ?